KEBUMEN, kebumenpost.com – Universitas Putra Bangsa Gelar Pelantikan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Periode 2026–2028 yang dirangkaikan dengan Campus Care Seminar pada Selasa (2/6/2026) di Aula Universitas Putra Bangsa.

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho,S.E., M.M. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Satgas PPKPT dalam menjaga iklim kampus yang sehat dan kondusif.

“Satgas PPKPT memiliki tugas yang sangat strategis, mulai dari melakukan sosialisasi, menampung berbagai keluhan terkait kondisi di kampus, hingga melakukan penanganan terhadap kasus-kasus yang terjadi. Selain itu, Satgas juga harus mampu memberikan pendampingan kepada pihak yang membutuhkan,” ujar Gunarso

Rektor juga berharap keberadaan Satgas PPKPT dapat meningkatkan kesadaran seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Satgas PPKPT Periode 2024–2026, Dr. Sulis Riptiono, S.E., M.M. yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satgas periode sebelumnya atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan selama masa tugas.

“Terima kasih kepada seluruh anggota Satgas periode 2024–2026 yang telah bekerja keras menjalankan amanah. Kepada Satgas periode berikutnya, kami titipkan tanggung jawab besar ini untuk terus menjaga dan melindungi kampus ,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas PPKPT Terpilih Periode 2026–2028, Awaludin Abid, S.Kom., M.Kom. menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus melalui keterlibatan aktif seluruh unsur sivitas akademika.

“Kami ingin melibatkan rekan-rekan mahasiswa sebagai pihak yang peduli terhadap lingkungan kampus. Dengan kolaborasi yang baik, kami berharap dapat menciptakan suasana kampus yang aman, dan nyaman.” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan prosesi pelantikan Satgas PPKPT Universitas Putra Bangsa Periode 2026–2028. Sebanyak 15 anggota resmi dilantik yang terdiri atas 4 dosen, 3 tenaga kependidikan (tendik), dan 8 mahasiswa sebagai representasi berbagai unsur di lingkungan kampus.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Campus Care Seminar bertema “Bersama Membangun Ruang Akademik yang Aman dan Berakhlak Mulia” yang menghadirkan praktisi psikologi, Bunda Rofiah Akbar, S.Psi., M.Psi., sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Rofiah Akbar menyoroti pentingnya kesadaran dan keberanian untuk mencegah serta melaporkan tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Komisi Nasional Perempuan, pada periode 2015–2020 tercatat sebanyak 51 kasus kekerasan seksual dan diskriminasi, dengan 26 kasus di antaranya terjadi di lingkungan perguruan tinggi.

“Data tersebut menunjukkan bahwa kampus belum sepenuhnya terbebas dari risiko terjadinya kekerasan. Yang menjadi perhatian adalah masih banyak korban yang enggan melapor karena berbagai alasan, mulai dari rasa takut, stigma sosial, hingga ketidakpercayaan terhadap mekanisme penanganan yang ada,” jelasnya.

Melalui seminar ini, peserta diajak untuk memahami berbagai bentuk kekerasan, pentingnya membangun budaya saling menghormati, serta peran aktif seluruh warga kampus dalam menciptakan ruang akademik yang aman dan berakhlak mulia (KP/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com