Kebumen, KebumenPost.com, — Di tengah arus modernisasi, kerajinan tradisional dari daun pandan tetap bertahan dan berkembang di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Usaha turun-temurun ini kini dilanjutkan oleh generasi Ibu Yuli Sri Purwanti sejak tahun 2005, menjadikan warisan keluarga tersebut sebagai sumber inspirasi dan penghidupan masyarakat sekitar.
Berbagai produk seperti tas, sajadah, kipas, topi, hingga aneka hiasan rumah diproduksi secara manual dengan teknik anyaman yang khas. Daun pandan yang digunakan berasal dari tanaman lokal yang diolah secara tradisional mulai dari proses pengeringan, pewarnaan alami, hingga tahap akhir penganyaman menjadikan setiap produk memiliki nilai estetika dan keunikan tersendiri.
Menurut Ibu Yuli, kerajinan ini tidak sekadar menjadi usaha ekonomi keluarga, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. “Kami ingin menjaga apa yang sudah diturunkan oleh generasi sebelumnya. Tidak hanya sebagai keterampilan, tetapi sebagai identitas,” ujarnya.
Kini, usaha ini juga memberikan kontribusi ekonomi bagi warga desa, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang dilibatkan dalam proses produksi. Selain dipasarkan secara lokal, produk-produk kerajinan ini juga mulai dikenal melalui platform digital dan pameran UMKM di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Melalui sentuhan kreativitas dan dedikasi pelestarian budaya, kerajinan daun pandan asal Desa Grenggeng menjadi bukti bahwa warisan leluhur bisa tetap relevan dan berdaya saing di era modern. (KP/Aziz Sofiyurohman)