Kebumen, KebumenPost.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Keripik Pisang Al-Barokah yang berlokasi di Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi yang produktif. Lewat inovasi olahan pisang menjadi keripik, UMKM ini berhasil memberdayakan masyarakat dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan.
UMKM ini didirikan oleh Kasriyati, seorang ibu rumah tangga yang memulai usaha dari rumah sejak tahun 2010. Berawal dari kebutuhan ekonomi keluarga, kini Al-Barokah telah berkembang menjadi produsen keripik pisang aneka rasa seperti original, manis, balado, pedas, dan cokelat. Semua bahan baku berasal dari pisang hasil panen petani lokal, sehingga keberadaan usaha ini juga ikut mendukung perputaran ekonomi desa.
Produksi dilakukan secara higienis. Selain memberdayakan lingkungan sekitar, Al-Barokah juga berupaya menjaga lingkungan dengan memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai pakan ternak. Kulit pisang yang telah dijemur dibagikan secara cuma-cuma kepada peternak setempat, terutama pemilik kambing dan sapi, untuk digunakan sebagai pakan tambahan.
“Alhamdulillah, dari usaha sederhana ini kami bisa ikut membantu perekonomian keluarga dan desa. Kami ingin terus berkembang, tapi tetap ramah lingkungan dan melibatkan warga sekitar,” ujar Kasriyati, pemilik UMKM Al-Barokah.
Produk Keripik Pisang Al-Barokah kini dipasarkan di toko oleh-oleh, retail, pasar desa, dan juga secara online melalui media sosial. Dengan terus mengikuti pelatihan dan evaluasi pengembangan, UMKM ini terus meningkatkan kualitas produk, kemasan, serta kemampuan pemasaran.
UMKM Keripik Pisang Al-Barokah membuktikan bahwa dari desa pun bisa lahir usaha yang inovatif, berkelanjutan, dan membawa manfaat besar — tidak hanya bagi pelakunya, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.(KP/Kuntum Hoero Umatin)