KEBUMEN,KebumenPost.com – Inovasi di sektor pertanian terus berkembang, salah satunya melalui penerapan metode green house dalam budidaya buah melon. Di Desa Kaybon, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, seorang petani muda bernama Hasim berhasil mengembangkan budidaya melon Golden dengan sistem green house modern yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tinggi.
Menggunakan lahan seluas sekitar 300 meter persegi, Hasim menanam kurang lebih 700 polybag melon dengan sistem irigasi tetes otomatis. Teknologi ini memungkinkan penyiraman dan pemupukan dilakukan secara bersamaan, sekaligus menjaga kestabilan suhu ruang tanam, sehingga efisien dan mendukung pertumbuhan optimal tanaman.
“Saya sudah lama menekuni budidaya ini, dan ini merupakan panen ketiga untuk melon Golden,” ujar Hasim.
Dalam satu kali panen, ia mampu menghasilkan sekitar 1,5 ton melon yang dijual dengan harga antara Rp22.000 hingga Rp27.000 per kilogram. Produk melon dari sistem green house ini diminati oleh pasar lokal, bahkan sudah mulai mendapat tawaran dari beberapa jaringan supermarket besar.
Melon green house dikenal memiliki rasa lebih manis, tekstur renyah, serta aroma yang harum. Selain itu, metode ini mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia, sehingga menghasilkan buah yang lebih sehat dan aman dikonsumsi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Teguh, turut hadir dalam panen melon yang berlangsung di Desa Kaybon. Ia memberikan apresiasi dan menyampaikan harapannya agar inovasi seperti ini bisa terus berkembang di wilayah Kebumen.
“Semoga makin banyak petani di Kebumen yang mengembangkan pertanian green house. Ini bisa menjadi langkah maju dalam peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan daerah,” ujar Teguh.
Dengan kualitas produk unggul dan potensi pasar yang luas, budidaya melon green house di Kecamatan Ambal menjadi alternatif menjanjikan bagi petani lokal. Inovasi ini membuka peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong pertanian Kebumen menuju arah yang lebih modern, sehat, dan berkelanjutan.(KP/Nur Hidayah)