
” Kegiatan ini cukup bagus agar anak SMA ini tidak salah langkah, dalam menabung, atau berinvestasi. Tahu mana bisnis keuangan yang legal, yang diawasi OJK, tidak sembarangan investasi,” ujar Bupati, Rabu (26/7).
Sementara itu, Kepala OJK Regional III Jateng DIY Sumarjono mengapresiasi antusias 1000 siswa dari SMA/SMK di Kebumen yang mengikuti kegiatan ini. Disebutnya kegiatan cukup meriah dan interaktif. Menurutnya, masyarakat yang sadar literasi keuangan atau cerdas secara finansial dapat memahami perencanaan keuangan, sehingga dapat mengambil keputusan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Adapun inklusi keuangan merupakan bagian penting dari sosial ekonomi yaitu inklusivitas terhadap akses keuangan yang tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat di suatu negara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sistem keuangan, inisiatif pengentasan kemiskinan, serta sebagai upaya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat.
“Intinya akses keuangan yang merata bagi masyarakat dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam merencanakan tujuan keuangan jangka panjang hingga mempersiapkan diri dalam menghadapi krisis finansial yang tidak terduga,” tegasnya.