SADANG, KebumenPost.com – Pemerintah Pusat sedang berupaya melakukan penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia, dan bahkan ditagertkan pada tahun 2024 dapat detekan hingga 0%. Termasuk di Kabupaten Kebumen, dimana terdapat lima Kecamatan yang dinyatakan tingkat kemiskinannya masih cukup tinggi.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih saat membuka acara Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Kebumen di Kecamatan Sadang, Selasa 9 November 2021. Hadir Camat Sadang Sampurno serta para Kepala Desa.

Wabup menjelaskan Pemerintah telah menetapkan 7 Provinsi dan 35 Kabupaten sebagai lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem tahun 2021 dan tahun 2022 di 25 Provinsi dan 212 Kabupaten/Kota. Untuk Kebumen sendiri terdapat 5 Kecamatan diantaranya, Sempor, Karanggayam, Karangsambung, Alian dan Kecamatan Sadang.

Untuk itu, Rista menegaskan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem harus dilaksanakan secara terintegrasi melalui kolaborasi intervensi. Baik dari sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Air bersih dapat diterima.

Selain itu basis data untuk ketepatan target dan upaya percepatan dengan melibatkan sektor swasta untuk berperan sebagai off taker produk kelompok miskin esktrem sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Termasuk pentingnya adalah validasi data, dimana mengenai identitas penduduk yang sangat miskin.

‘’ Dalam melaksanakan Penanggulangan Kemiskinan kita juga telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten. Validasi data agar mencakup nama (by name) dan lokasi (by address), jadi bisa tepat sasaran dan ini tentu butuh peran semua pihak, terutama para kepala desa,’’ ujar Wabup.

Untuk itu Wabup meminta khususnya dinas sosial agar terus berkoordinasi mengelola dan memutakhirkan DTKS. Meskipun menghadapi pandemi. upaya Pemerintah untuk menangani kemiskinan ekstrem tidak boleh berhenti.

Sementara itu, Camat Sadang mengatakan di Wilayahnya setidaknya terdapat 5 Desa yang dinyatakan kategori miskin yang meliputi Desa Seboro, Wonosari, Sadangkulon, Cangkring, dan Kedunggong. Sedangkan berdasarkan data verifikasi dan validasi terdapat 140 KK dan hasil verval ada 84 intervensi serta sulan baru ditemukan 28 Rumah Tangga yang dinyatakan Miskin.

Sampurno menurutkan beberapa faktor penyebab kemiskinan secara umum adalah pengguran, pola pikir atau mindset, SDM rendah, Kurangnya Lapangan kerja, beban ekonomi tinggi dan keterbatasan modal.

‘’Penyebab Utama paling menonjol kemiskinan setelah adanya pandemi covid, jadi banyak warga yang merantau di PHK kemudian pulang merantau dan nganggur, ‘’ ujarnya.

Lebih jauh Sampurno menjelaskan masyarakat Sadang mayoritas adalah pekerja buruh tani. Sedangkan lahan merupakan tadah hujan. Untuk itu pendapatan masyarakat tidak menentu.

Adapun upaya yang akan dilakukan yaitu Pemerintah Kecamatan Sadang akan membentuk Kelompok Usaha Bersama atau KUBE, di setiap Desa. Dimana ini akan bergerak dibidang usaha dan bukan peternakan. Ditambah dengan bantuan Tunai melalui dana desa.

‘’ Sesuai dengan program Pemkab dalam penanggulangan Kemiskinan kita akan bentuk KUBE di setiap Desa. Dan kita juga akan berikan pelatihan. Untuk anggaran kita anggarkan di tahun 2022,’’ imbuh Camat. (KP/Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com