KEBUMEN, KebumenPost.com – Sebuah pekerjaan dibutuhkan semangat dan kegigihan yang tinggi karena hakikatnya sukses tidak serta merta datang begitu saja. Termasuk bagi Kabid, salah satu perajin batu bata di Dusun Keteng, Desa Muktisari Kecamatan Kebumen.

Kabid (50) mengaku sudah 10 tahun tak jarang harus menemui kendala yang harus dihadapi, salah satu nya cuaca yang tidak menentu. Meski begitu ia tetap semangat menjalankan profesi ini sebagai penopang kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Saya sudah 10 tahun membuat batu bata, Alhamdulillah bisa sedikit membantu kecukupan keluarga saya. Kendala nya paling hujan yang mengurangi produksi batu bata,” ujarnya.

Pria bertubuh kurus dibalut kulit hitam ini tak jarang harus beradu dengan teriknya panas matahari saat memproduksi batu bata. Proses pembuatan batu dilahan yang ia sewa 2 juta pertahun, dalam sehari ia mampu membuat sekitar 200 batu bata.

Terkait pendapatan yang ia dapat Kabid mengatakan selalu bersyukur meskipun tidak seberapa. Dimana, rata-rata batu bata mentah dinilai seharga 270 rupiah.

“Sehari bisa membuat sekitar 200 batu bata, saya jual ke pengepul batu bata harganya 270 jadi sekitar bisa dapat Rp54.000,” ucapnya pada  Sabtu, 04 September 2021.

Di usianya yang tidak muda lagi Kabid tak pernah memiliki hasrat atau keinginan yang berlebihan namun ada satu harapan yang ada didalam benak nya, yakni tetap bisa memberikan nafkah untuk kebutuhan keluarga.

“Ya semoga ini bisa menjadi penopang kebutuhan bagi keluarga saya,” imbuhnya. (KP/Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com