KEBUMEN, KebumenPost.com – Warga Desa Jeruk Agung, Kecamatan Klirong, Kebumen, memiliki cara tersendiri untuk memberitahu bahwa sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Mereka kompak memasang bendera Merah Putih di halaman rumah untuk memberitahukan bahwa keluarganya terpapar Covid-19.

Setidaknya ada sebanyak 44 warga dinyatakan positif covid 19 dan kini tengah menjalani isolasi mandiri. Bendera tersebut dipasang menggunakan tiang bambu tepat di depan rumah warga.

Camat Klirong Wawan Sujaka saat meninjau Isoman mengatakan, Pemasangan bendera memiliki makna mendalam sebagai warga negara yang tengah dihantam badai Corona. Bendera juga untuk membangkitkan semangat jiwa nasionalisme baik yang menjalani isolasi mandiri maupun warga sekitar yang sehat.

“Dengan dipasangnya bendera ini orang akan melihat bahwa ini adalah bangsanya, bagian dari warganya yang harus ditolong. Jadi semangat merah putih harus kita tumbuhkan untuk menyelamatkan bangsa ini (dari COVID-19),” jelas Wawan, Kamis 8 Juli 2021.

Ditambahkan Agus selaku Satgas Penanganan Percepatan Penanggulangan COVID-19 di Desa Jeruk Agung mengungkapkan, selain isolasi mandiri, Pemdes juga menyiapkan tempat karantina serta tempat isolasi terpusat di Desa tersebut. Adapun kebutuhan warga setempat akan dipenuhi oleh Satgas Jogo Tonggo yang juga bentuk nasionalisme warga di tengah badai Corona COVID-19.

“Satgas menyiapkan kebutuhan warga yang sedang isolasi melalui royong Jogo Tonggo. Gotong royong berupa memberi uang atau dalam bentuk makanan,” jelas Agus.

Sedangkan untuk isolasi terpusat, Satgas menyiapkan logistik dapur umum. Setiap hari, ibu-ibu memasak untuk selanjutnya dibagikan kepada warga yang sedang Isoman. Langkah ini juga mendapat dukungan dari Muspika Kecamatan Klirong.

Sementara itu, Kapolsek Klirong Iptu Sugiyanto mengatakan, banyak dari warga Desa Jeruk Agung yang terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu, patroli sinergitas bersama TNI terus ditingkatkan untuk mengingatkan warga agar selalu Protokol Kesehatan. Selain itu, pemerintah desa telah mengambil langkah untuk menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

“Setiap hari, kami bersama Koramil Klirong melakukan patroli untuk mengantisipasi kerumunan, serta mengedukasi pentingnya Prokes,” jelas Iptu Sugiyanto didampingi Danramil 15/Klirong Kapten Inf Kartono.(k24/plrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com