KEBUMEN, KebumenPost.com – Pemkab Kebumen telah mengizinkan kembali pertunjukan pagelaran seni di masa pandemi Covid-19 digelar. Kendati begitu wajib dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Adanya kebijakan tersebut disambut positif masyarakat, salah satunya warga Dukuh Krajan RT 02 RW 02 Desa Krakal Kecamatan Alian. Yakni dengan menyelenggaran pertunjukan Eblek atau Seni Kuda Lumping.

Pertunjukan yang berlangsung Selasa 1 Juni 2021 itu, dilakukan dengan tetap mengedepankan Protokol kesehatan. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, cek suhu tubuh dan masker.

Ketua panitia Teguh kuswantoro ( 35) mengatakan sejatinya pertunjukan ini sudah lama direncanakan yaitu untuk memeriahkan acara pesta pernikahannya. Namun karna pandemi terpaksa ditunda hingga akhirnya bisa dilaksanakan sekarang. Meski begitu dirinya tak mempermnasalahkan dan mendukung upaya pemerintah dalam penanganan covid 19.

‘’ Ini hajat saya sewaktu nikah, namun karna pandemi baru bisa kita lakukan sekarang, itupun kita izin terlebih dahulu dengan Gugus Tugas Kecamatan Alian,’’ujarnya.

Terkait diizinkannya kembali pagelaran seni, Teguh sangat berterimakasih kepada Pemerintah. Menurutnya ini berdampak positif bagi masyarakat khususnya pelaku seni.

‘’ Terimakasih kepada Bupati yang telah mengizinkan kembali pementasan seni,tentunya ini sangat membantu masyarakat agar ekonomi bisa segera pulih,’’imbuhnya,

Sementara itu, salah satu penonton Wiliyan mengatakan sangat senang melihat pertunjukan ini. terlebih sejak pandemi sudah jarang digelar. Ia menilai warisan leluhur ini harus terus dijaga dan dilestarikan agar jangan punah walaupun ditengah pandemi,

‘’ Jangan hanya gara gara pandemi budaya kita berhenti,’’katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, telah melakukan penandatangan Pakta Integritas dengan para pegiat kesenian sebagai tanda diizinkannya kembali pertunjukan pagelaran seni di masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam pakta integeritas itu bentuk komitmen bersama antara para penggiat atau pelaku seni dengan pemerintah agar sama-sama bisa mawas diri, menjaga keselamatan jiwa dari bahaya virus corona.

Caranya dengan patuh dan taat terhadap aturan yang berlaku dalam menjalankan setiap aktivitas. Misalnya, pertunjukan seni wajib menerapkan protokol kesehatan. Kapasitasnya tidak boleh melebihi 50 persen, hanya boleh dilakukan di wilayah zona hijau.

“Kemudian pertunjukan seni seperti wayang kulit juga kita sepakati maksimal hanya sampai pukul 01.00 WIB. Tidak boleh lebih, dan harus diselenggarakan di wilayah zona hijau. Dalam pertunjukan seni itu juga harus aktif mengkampanyekan prokes ke masyarakat atau audience. Aturan itu disepakati dan harus ditaati bersama, jika melanggar, maka mereka akan mendapatkan sanksi dari pemerintah,” jelas Bupati,

Bupati Arif juga turut menyampaikan keprihatinan dengan kondisi para penggiat seni di Kebumen yang hampir tidak manggung selama satu tahun ini. Keprihatinan itu juga dirasakan oleh semua orang, karena memang dunia tengah dicoba dengan adanya virus corona ini.

“Yang bisa kita lakukan adalah bersabar, berdoa dan terus berikhtiar agar virus ini hilang, tidak bisa menyerang tubuh kita. Caranya bagaimana? Ya tadi, prokes harus kita terapkan, pemerintah juga terus mengupayakan program vaksinasi untuk seluruh masyarakat. Artinya kita tidak boleh diam diri, pasrah begitu saja menghadapi virus ini,”katanya.

Arif menyebut kondisi covid-19 di Kebumen masih stabil naik turun, rata-rata perhari ada 14 sampai 16 orang terpapar virus ini. Dengan pakta integritas ini, Arif meminta bisa menjadi perhatian bersama, agar poin upaya pencegahan covid-19 juga ditaati semua orang disemua tempat.

“Mau di tempat pariwisata, pasar, masjid, di gedung, sekolah, kantor tempat kita bekerja, semua juga harus tetap menjalankan prokes. Jangan sampai kita abai atau lalai,” tandasnya. (K24)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com